JIHAD Vs INDIA

Posted: March 20, 2012 in Uncategorized

Perjuangan Hindu yg Sengit dan Terus Menerus melawan Jihadi menghalangi Islamisasi India secara total
Berbeda dgn Islamisasi total Persia, Mesir, Mesopotamia (Irak), Turki, Afrika Utara, Islamisasi India tidak tuntas. Setelah lebih dari 1000 tahun tirani Muslim, dari 715 – 1761, lebih dari 70% rakyat India tetap Hindu. Ini BUKAN karena kebaikan Muslim, karena ini memang bukan ciri khas mereka. Keberanian ksatria2 Hindulah yg mampu menghantam keberingasan berdarah Jihadi berkali2 terlepas dari berbagai kekalahan yg juga dialami pihak Hindu.

Muslim menyerang India hanya 4 tahun setelah mereka menginvasi Persia Tidak banyak yang tahu bahwa setelah menginvasi Persia th 634, Muslim menginvasi kawasan Sindh di India th 638, jarak waktu yang 4 tahun. Tapi sementara Persia takluk setelah 17 thn, mulai thn 651, Muslim sampai memerlukan waktu 700 tahun utk menjajah India (sekarang Sindh menjadi Pakistan, yg memisahkan diri dari India thn 1947). Dan bahkan setelah itu merekapun tidak dapat memerintah India secara damai. Perlawanan Hindu bukan saja sengit tetapi kebuasan kelompok Maratha Hindu sampai menyaingi kebuasan Muslim. Mereka, pada dasarnya, mengejar Muslim sampai ‘dimanapun mereka dapat ditemukan’. Taktik mengalahkan Muslim macam ini juga diulangi di Ethiopia dan Sudan Selatan (Nubia) dimana orang2 Kristen Afrika dari Nubia menggunakan taktik gerilya utk mengejar setiap dan semua Muslim sampai ke akar2nya. Hanya dgn cara ini mereka dapat dikalahkan.

Taktik kotor Muslim melawan India: memenggal kepala anak2
Serangan Arab Muslim melawan India sejak 638 berkali2 dapat dikalahkan oleh para raja Makara (Makran) dan Sindh. Kealotan Hindu ini sampai mengherankan Muslim. Setelah kampanye berdarah selama 80 tahun, Muslim merebut Fort Deval (Debal, didekat Karachi sekarang) secara curang, dgn menculik 3 anak-anak seorang petinggi Fort Debal, MEMENGGAL KEPALA SALAH SEORANG ANAK DAN MEGNANCAM AKAN MEMENGGAL YANG LAIN.

Dgn ancaman ini pihak Hindu terpaksa menyerah. Mereka namun demikian tidak akan pernah melupakannya, saat pemimpin biadab Muslim, Mohammed bin Kasim, mulai menancapkan cengkraman kotornya di India. Dua puteri Raja Dabir yg ditangkapi Qasim juga ditangkap dan dikirim kepada sang Kalif di Bagdad utk koleksi haremnya. Tapi puteri2 ini tidak semudah itu dikalahkan. MEREKA MEROBEK HYMEN MEREKA DGN TANGAN MEREKA SENDIRI DAN MENGATAKAN BAHWA KASIM telah mengambil keperawanan mereka. Ini membuat marah sang Kalif dan memanggil Kasim ke Bagdad. Kasim dituduh melakukan pengkhianatan ! Hukumannya ? Ia disekap dalam sebuah peti kayu bulat yg ditancapi dgn paku didalamnya dan peti kayu itu digulingkan dari bukit. Demikianlah kematian mengenaskan salah satu algojo Muslim India.

Cara kaum Rajput Hindu merongrong Muslim selama 500 tahun Setelah menjajah Sindh, Muslim menyerang Punjab tapi kalah. Kemudian mereka menyerang Rajputana, tetapi kalah oleh Raja Bhoj, dan saat mereka menyerang Gujarat, merkea dikalahkan para Chalukya (Solankis) dari Anahilwada. Jadi dari thn 715 sampai 980, Muslim tidak maju2 dari Sindh. Hanya di thn 980, Muslim bisa menyerang India lagi.
Cara Muslim memanfaatkan aristokrat Hindu Thn 980, panglima Muslim, Sabuktagin menggunakan mata2 utk mempelajari taktik perang Hindu. Menurut mata2, Hindu memulai perang pada saat matahari terbit dan mengakhirinya pada saat matahari terbenam. Setelah mempelajari taktik in, Sabuktagin menantang raja Jayapal Shahiya utk berperang dan keduanya menyetujui tempat dan waktu perang. Keduanya sampai pada tempat yg ditentukan, satu hari sebelum tanggal perang yg sudah ditetapkan dan keduanya saling mengirimkan utusan utk menyetujui permulaan perang pada saat matahari terbit keesokan harinya. Tapi malam itu juga Muslim menyusup masuk kamp Hindu dan membantai sebagian besar tentara Hindu.
Keesokan harinya, sisa2 tentara Hindu mengundurkan diri ke ibukota mereka, Kubha , sambil dikejar Muslim. Kota itupun direbut Muslim dan menamakan kota itu; KABUL. Hindu semakin terdesak ke arah timur. Taktik licik Muslim di Pertempuran Lahore Setelah merebut Kabul, Muslim menghancurkan semua kuil2 Hindu dan memaksa orang2 Hindu masuk Islam. Setelah kekalahan raja Jayapal Shahiya, puteranya, Anandpal Shahiya, memindahkan ibukotanya dari Kabul ke Luvkushpura (Lahore). Ia mengumpulkan semua sekutunya dan menghadapi penjajah Muslim yg sekarang dipimpin oleh putera Sabuktagin, Mahmud.
Kedua pasukan bertemu di pinggir sungai Ravi dekat Lahore. Muslim dibuat hancur lebur oleh Hindu yg tidak juga mau menyerah kpd imperialisme Arab biadab. Hindu menggunakan gajah yg dilengkapi dgn tameng. Muslim menyadari kelemahan mereka. Mereka mengirim utusan ke Anandpala, dgn alasan mencari damai dan dibiarkan keluar dari India dgn selamat. Guna menunjukkan maksud baik mereka, mereka mengatakan bersedia utk datang ke kamp Hindu utk makan siang. Anandpala sayangnya menyetujuinya, walaupun ia diprotes keras oleh sekutu2nya.
 Pihak Muslim mendatangi markas Hindu siang itu. Mereka berpura2 mengobrol dgn tentara Hindu dan meminta agar diperlihatkan tempat markas para gajah. Sang tuan rumah yg ramah tamah sama sekali tidak mencium akal bulus musuh mereka ini. Bagi mereka ‘tamu harus diperlakukan spt dewa’ (Athithi Devoh Bhava).  Dgn diam2 Muslim menyelundupkan serbuk2 opium kedalam makanan gajah.
Beberapa saat kemudian pihak Muslim pulang dan Hindu yakin bahwa perang kini selesai dan perdamaian segera akan tercapai dgn pembubaran kedua markas perang mereka.
Tapi betapa kagetnya mereka setelah beberapa jam kemudian mereka mendengar kavalri Muslim mengelilingi markas mereka dan memulai serangan sengit dgn teriakan histeris ‘Allahuakbar’. Hindu dgn bingung segera mempersiapkan gajah mereka dgn menaruh sadel di punggung gajah dan segera menyerang Muslim secara semrawut. Mereka semakin shock ketika gajah mereka menolak perintah dan malah melarikan diri dari ajang pertempuran. Gajah2 itu sudah terkena pengaruh opium. Gajah yg dikendalikan Pangeran Anandpala juga mulai lari kesana kemari. Ia dikejar tentara Muslim yg memotong tali sadelnya dan mengakibatkannya jatuh dari gajahnya. Ia terhempas ke tanah dan saat tidak berdaya, MUSLIM MEMENGGAL KEPALANYA, menusuk kepalanya pada ujung tombak dan memamerkannya pada pasukan Hindu. Ini semakin membuat shock pasukan Hindu yg sudah kebingungan. Tidak terbiasa dgn cara biadab memperlakukan seorang pemimpin macam ini, tentara Hindu mengundurkan diri tetapi tidak lama kemudian merekapun dibantai.
Penculikan dan Pembunuhan Tirlochanpala oleh Muslim yg berpura2 sbg Sanyasi Setelah kemenangan curang mereka di Lahore, cucu muda Jayapala Shaiya, Tirlochanpala Shahiya, mengambil oper kekuasaan. Ia hanya teenager berusia 17 tahun. Ia memindahkan ibukota dari Lahore ke Kangra, sekarang disebut Himachal Pradesh.
Kerajaan Shahiya yg meliputi dari Heart sampai ke Haridwar, kini semakin menciut menjadi hanya 1/5 bagian dan tidak memiliki posisi utk menghalangi lajunya Muslim di India. Tetapi ia tetap melanjutkan contoh ksatria ayah dan kakeknya dan bersekutu dgn raja2 Kashyapmeru (Kashmir) dan Tibet, utk mengusir Muslim dari Punjab dan Upaganasthan (Afghanistan). Gubernur Muslim dari Punjab, marah dan spt memang sudah menjadi cirri khas Muslim, merencanakan akal bulus utk mengalahkan raja muda itu.

Ia mengirimkan tentara yg berbusana spt tukang2 bertapa Hindu dari Kabul membawa pesan2 damai bagi Tirlochanpala. Dgn tipu daya ini, mereka diijinkan masuk rumah sederhana Tirlochanpala (karena kekayaan raja2 Shahiya habis dijarah Muslim). Begitu mereka masuk, tukang2 bertapa bohong itu menyerang sang pangeran, menggorok lehernya dan memutuskan kepalanya yg kemudian mereka selundupkan keluar, dan meninggalkan pesan di dekat tubuh tidak berkepala raja muda itu bahwa Islam akan jaya dan akan mengalahkan siapapun yg ingin menghalangi jalan Allah. Sisa2 tentara Shahiya, kehilangan pemimpin dan patah semangat. Mereka bermigrasi ke pegunungan Himalaya dan menjadi peternak domba dan kambing. Merkea kemudian dikenal sbg Gaddi. Gaddi2 ini sampai sekarang masih eksis di Himalaya.
Jadi dgn kematian Tirlochapala, raja terakhir dinasti Hindu yg menguasai Afghanistan dan Punjab hilang sudah. India harus menunggu 800 tahun sebelum Raja Punjab, Maharaja Ranjit Singh menaiki tahta pd abad 18. Sama 800 tahun itulah berlangsung tirani Muslim yg memaksa mayoritas Hindu Afghanistan, Paktoonistan dan Punjab Barat menjadi Muslim. Penjarahan Somnath oleh Mahmud Ghaznavi
Dgn habisnya dinasti Shahiya, India menjadi tempat jarahan Muslim yg dipimpin Mahmud yg megnhancurkan kuil2 Hindu di Somnath, Palitana, Thanesar (Staneshwara), Mathura, Kannauj, Khajuraho setiap tahunnya, sambil tidak lupa mengambil budak bagi pasar2 budak Bagdad dan kota2 Muslim lainnya. Jarahannya terhdp kuil Hindu ternama, Somnath di Prabhash Patan di Gujarat sampai sekarang masih membekas di benak Hindu. Tawanan2 Hindu ini harus berjalan lewat pegunungan Himalaya bagian barat. Banyak yg mati ditengah jalan. Muslim menamakan kawasan Himalaya Barat dgn ‘Hindu Kush’, yg berarti Pembunuh Orang Hindu (Kush berarti ‘membunuh’ dlm bahasa Persia). Nama ini masih dipakai sampai sekarang dan merupakan peringatan bagi Hindu akan masa tragis ini.

Kemenangan pertama Hindu tehdp Muslim di Pertempuran Baharaich (Uttar Pradesh), 1033 Putera Mahmud, Masud, melanjutkan pengaruh ayahnya dgn menembus lembah Gangga dan mendirikan markas di Baharaich, dan mengirimkan pesan kepada raja2 Hindu disana utik menyerah dan memeluk Islam. (!!)
Spt biasa sebelum memulai perang, raja2 Hindu mengirimkan utusan kpd Masud dan megnatakan bahwa tanah itu milik mereka dan pasukannyalah harus hengkang dari situ dgn damai. Tapi Masud menjawab bahwa tanah itu milik ALLAH dan ia bisa menduduki tempat manapun yg ia mau. Dan adalah tugas sucinya utk menawarkan Islam kpd siapapun yg belum mengakui Allah.

Tentara Hindu membabas habis tentara Masud. Setelah merasakan kekuasaan Muslim selama 400 tahun sejak 638, pihak Hindu sudah mulai mengerti tipu daya dan cara2 pengkhianatan Muslim.
Pertempuran Baharaich ini berakhir pada tgl 14 Juni 1033. Seluruh tentara asing dgn panglima mereka berbaring tidak bernafas. Tidak satupun tentara Muslim diijinkan hidup. Sampai sekarang di Baharaich terletak kuburan Muslim penjajah itu, ‘Pangeran’ Ghazi Mian Masud. Disitu ia dianggap sbg martir oleh penduduk Muslim setempat sbg seorang ‘Ghazi’ (yg berarti seorang Muslim yg mencapai kemartiran dng membunuh non-Muslim). Dan setiap tahun, sampai sekarang, diadakan upacara Urs utk memperingatinya.
Yg mereka ingin lupakan adalah keberanian tentara2 Hindu yg mengorbankan nyawa mereka mereka demi kemenangan menentukan pertama melawan invasi Jihad di India.

Setelah kemenangan Hindu yg sangat penting ini, India kembali damai selama 1 ½ abad sampai dimulainya invasi Muslim berikutnya dibawah kepemimpinan Mohammed Ghori. Jangka waktu 150 tahun ini, dari 1033 – 1187, membuat Hindu melupakan sikap curang Muslim. Kerajaan Muslim Ghazni (asal pangeran Ghazi) di Punjab Timur, mengadakan perdamaian dgn tetangga Hindunya dan orang Hindu menyangka bahwa Muslim, spt penjajah lainnya akan berintegrasi dgn masyarakat Hindu. Kebijakan Ghaznivid utk megnedarkan coin dlm bahasa Sansekerta dan menggunakan versi Sansekerta nama2 Muslim, spt Mahamada bagi Mohammed, seolah2 memberi kesan sifat damai Muslim.
Mohammed-ibn-Sam atau Mohammed dari Ghauri, mant an Hindu yg menjadi algojo Hindu 1187, invasi Muslim berikutnya terjadi saat suku Ghor di Afghanistan, merebut kekuasaan dari Ghaznavid di Ghazni. Ghori2 ini dulunya suku beternak Hindu dibawah raja2 Shahiya, yg dipaksa masuk Islam oleh Muslim Ghaznavid, yg mengusir Shahiya dari Afghanistan, th 980M. Kini, setelah 200 tahun, mantan2 Hindu ini menjadi Muslim tulen dan tidak sedikitpun menunjukkan warisan ke-Hinduan mereka, kecuali nama mereka. Ghori atau Gauri berasal dari Gau yg berarti sapi, dlm bahasa Sansekerta, yg menandakan profesi mereka sbg peternak sapi. Ironis bahwa mantan2 Hindu ini kemudian terkenal sbg algojo Hindu.
Mohammed mengalahkan Solankis dari Anahilwada, 1187

sampai disini dulu terjemahannya ———–selebihnya lihat saja artikelnya dlm bahasa inggris.

http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=1669&start =0&postdays=0&postorder=asc&highlight=
Politically Incorrect Guide to Islamic Solidarity among Citizens
Islam is a peaceful religion that calls for social and economic justice, solidarity among citizens and coexistence with other religions.
Bhai Dayala Ji being boiled alive by the Muslim Moguls 1675 A.D
http://en.wikipedia.org/wiki/Bhai_Dayala

Bhai Mani Singh ji was cut joint by joint for refusal to accept Islam, 1738 http://www.searchsikhism.com/mani.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s